Arsene Who? 13

Rabu, 7 Okt '09 12:22

Begitulah pertanyaan yang dilontarkan mayoritas koran Inggris ketika Arsene Wenger ditunjuk menjadi pelatih baru Arsenal pada musim panas 1996.

Maklum, pria Prancis itu cuma pernah menangani Nancy, AS Monaco dan klub Jepang Nagoya Grampus Eight sebelum ke Arsenal.

Tapi insting petinggi klub David Dein mengatakan Wenger adalah pelatih hebat. Catatan mengantar Nagoya juara di Jepang sudah cukup jadi jaminan.

Empat tahun terakhir tak ada gelar apapun bagi The Gunners. Tapi dia tetap di kursinya dan saya masih menilainya sebagai salah satu pelatih terbaik di muka bumi ini. Dan selama 13 tahun karirnya di Arsenal, dia sudah pernah meraih seluruh gelar juara, kecuali Super Eropa dan Piala Dunia Antar Klub.

Siapa yang tak mau menjadi juara. Wenger pun pasti demikian. Tapi menjuarai sebuah ajang bukan perkara mudah. Banyak faktor bermain; tehnik dan non tehnik.

Bagi Arsenal, keberadaan Wenger bukan cuma kebisaan dia menghadirkan trofi juara. Wajah keseluruhan Arsenal yang berubah justru menjadi kredit bagi Wenger.

Sebelum Wenger datang, Arsenal cuma tim dengan margin gol sangat kecil. Bahkan mayoritas fans mereka tak suka melihat gaya main timnya yang cuma bisa menang 1-0, 2-1, 1-0 dan berulang-ulang. Pendeknya, tak menarik.

Tapi lihat permainan Arsenal sekarang. Mayoritas orang Inggris bilang permainan terbaik, termasuk kekuatan daya serang, di negara mereka adalah milik Arsenal. Wenger juga pernah mengantar Arsenal tak terkalahkan sepanjang musim sehingga tim juara. Ini terjadi di Liga Inggris yang super ketat dan sulit!

Wenger juga sangat ahli dalam menjalin hubungan dengan pemain, memotivasinya dan memberdayakannya. Arsenal pernah punya pertahanan legenda dengan individu yang rumit. Kiper David Seaman, kapten Tony Adams yang temperamen dan tukang mabuk, Martin Keown (temperamen), Nigel Winterburn dan Lee Dixon. Saya yakin jika bukan ditangani Wenger, Adams dan Keown, mungkin sudah ke laut. :D

Wenger pula yang ahli melahirkan bintang. Thierry Henry dibuat menjadi striker legenda setelah di Juventus sempat menjadi olok-olok media massa karena kemampuannya bak pemain amatir. Dennis Bergkamp ditempa hingga ujung kemampuannya. Kini, Cesc Fabregas yang digosok jadi intan permata.

Wenger juga piawai dalam meramu permainan. Dialah master permainan bola pendek, padahal bukan orang latin. 5-a-side dan 3-a-side diakui sebagai keahlian Wenger. Dengan gaya main yang membutuhkan pergerakan dan rotasi antar posisi dengan cepat itulah Wenger lebih sering bermain dengan para atlit muda usia. Bahkan Wenger pula yang menjadikan kompetisi non liga sebagai ajang para pemain usia belasan tahun dan bisa sukses hingga babak atas.

Satu hal yang paling saya suka dari Wenger adalah kejeliannya mencari pemain baru dalam anggaran yang sangat cekak. Dia pintar menilai dan membeli pemain. Seingat saya tak ada pemain yang gagal setelah dibelinya. Bahkan pemain Brasil yang sering gagal di Liga Inggris, justru bisa main apik di sana saat mendapat sentuhan dari Wenger.

Satu sisi negatif Wenger yang sering dikeluhkan orang adalah kebijakannya yang foreign minded. Setelah era lima pemain bertahan asli Inggris di atas selesai, Wenger sangat jarang menurunkan pemain Inggris sebagai starter. Tidak pula Theo Walcott yang menjadi pemain masa depan Inggris. Tapi perkiraan saya, itu terjadi karena Wenger menilai tak banyak pemain Inggris yang bisa beradaptasi dalam ciri permainannya.

Dengan begitu banyak kepintarannya, termasuk merancang program diet dan olah fisik untuk pemainnya, bagaimana mungkin klub tega memecatnya jika tak ada cacat yang sangat fatal. Kini, dia hanya perlu memotivasi skuad mudanya untuk konsisten agar paceklik gelar terobati. Wenger hanya perlu memberi jawaban absolut.

© image: Getty Images


Tag: Liga Inggris, arsenal, Arsene Wenger, Jenius, Professor

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

injurytime 0 0
Andai saja kiprahnya dilengkapi dengan piala sebanyak Fergie, pastilah namanya akan makin melegenda. Tapi, tidak apa-apa... tidak ada gading yang tak retak bukan? Keberanian mengorbitkan pemain muda dengan gaya permainan memikat yang amat sangat terbuka tak harus berujung dengan gelar.
Klanjabriks 0 0
Tentu saya akan memposisikan Fergie diatas Wenger --walaupun saya penggemar Arsenal.

Saya pernah membaca Diet ala Wenger, pelatih satu ini sangat ketat mengenai diet para anak didiknya, dan dia pun menjadikan dirinya sebagai contoh...salut buat Wenger...
garislembut 0 0
injurytime Klanjabriks: : apa boleh buat dia harus "kalah" dari fergie, karena trofi selalu jadi tolak ukur.
ariw 0 0
ada satu pembelian Wenger yang gagal total : Francais Jeffers
kakilangit 0 0
arsene wenger di masa sir fergie seperti johan cruyff di masa der kaiser beckenbauer ; ))
3-4-3 0 0
kakilangit: bedanya, wenger-ferguson tak pernah bertemu di lapangan sewaktu muda, tapi der kaizer dan cruyff bolak balik ketemu : D
3-4-3 0 0
ariw: Jeffers nggak bisa dibilang gagal karena kelasnya yg bukan bintang/menjanjikan
kakilangit 0 0
3-4-3: hehehe, maksutnya kegemilangan yang satu tertutup oleh kemegahan peraih trofi, andai arsene wenger tidak semasa dengan alex ferguson atau jika johan cruyff tidak sejaman dengan franz beckbenbauer : p
wetwetbagaskara 0 0
tapi keduanya saling respek, meski sering berseteru di lapangan dan media..

artinya Fergie yg lebih dominan pun mengakui kompetensi Wenger sebagai manajer top : D
garislembut 0 0
wetwetbagaskara: itulah esensi sportivitas, kan....musuh di saat sedang berperang atau akan berperang dan sehabis berperang itu biasa, yg penting dalam suasana biasa ya jadi pribadi terhormat hehehe
Si Batu Karang 0 0
tadinya saya kira arsene itu sodaranya arseno....ternyata beda tho
epay 0 0
bravo arsenal !!...

salam kenal penulis and all...
laporan bola 0 0
Wenger, emang oke... Ke Juve mau nggak? : ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat